Anies Singgung Putusan MK, Prabowo: Tak Suka, Tak Usah Pilih Kami

by | Dec 13, 2023

Anies Baswedan | Debat Capres Cawapres | Pilpres 2024 | Politik | Prabowo Subianto

FOMOMEDIA – Putusan MK yang dianggap telah melanggar kode etik tidak dipermasalahkan Prabowo. “Sori, ye,” kata Prabowo ke Anies.

Debat calon presiden (capres) resmi diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (12/12/2023). Dalam ronde pertama ini, salah satu yang menjadi sorotan adalah ketika capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung masalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres dan cawapres.

Ketika sesi tanya jawab berlangsung, Anies memberikan pertanyaan terkait putusan MK yang kontroversial itu kepada Prabowo Subianto. Putusan MK yang diketok pada 16 Oktober 2023 lalu dianggap ada pelanggaran etik.

Sebelum memulai pertanyaan, Anies memberikan fakta-fakta sejak Prabowo bersama dengan Gibran Rakabuming Raka mendaftarkan diri ke KPU pada 25 Oktober 2023 lalu. Proses pendaftaran tersebut dilakukan Prabowo-Gibran usai putusan MK yang dianggap kontroversial.

Putusan MK terkait syarat capres-cawapres tersebut telah meloloskan Gibran yang sebelumnya tidak bisa maju lantaran belum berusia minimal 40 tahun. Namun, syarat tersebut diubah MK dengan pengecualian pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah bisa maju mencalonkan diri sebagai capres-cawapres.

Dari situlah kemudian muncul dugaan pelanggaran etik. Apalagi, saat ini yang memimpin sidang adalah Anwar Usman yang notabene merupakan paman dari Gibran. 

Sejak keputusan MK itu, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) langsung turun tangan. Hasilnya, putusan MK terkait syarat capres-cawapres dianggap telah melanggar kode etik.

Mendengar Prabowo

“Kemudian di MK dibentuk MKMK yang hasilnya mengatakan bahwa terjadi pelanggaran etika berat yang menyebabkan keputusan oleh MK secara etika bermasalah. Kemudian, bapak punya waktu sampai tanggal 13 November [2023] karena di situ waktu terakhir mengambil keputusan bila ada perubahan,” kata Anies, dikutip dari YouTube Narasi.

“Sesudah Bapak mendengar bahwa ternyata pencalonan persyaratannya bermasalah secara etika, pertanyaan saya, apa perasaan bapak ketika mendengar ada pelanggaran etika di situ?” lanjut tanya Anies kepada Prabowo.

Dengan diberi kesempatan menjawab selama dua menit, Prabowo pun menjawab pertanyaan Anies. Menurut Prabowo, pelanggaran etika yang dilakukan oleh hakim waktu itu telah diambil tindakan. Namun, hal itu tidak bisa mengubah keputusan yang telah diketok.

“Tim saya, para pakar hukum yang mendampingi saya, menyampaikan dari segi hukum tidak ada masalah. Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang, kemudian sudah ada tindakan, dan tindakan itu pun masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih diproses,” jawab Prabowo.

“Tetapi, intinya bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah, ya, saya laksanakan,” lanjutnya.

Setelah menjawab permasalah dugaan pelanggaran etik, Prabowo pun mengingatkan kepada Anies bahwa saat ini dirinya bersama capres lainnya bukanlah anak kecil. Prabowo pun meminta masyarakat yang akan menentukan.

“Kita ini juga bukan anak kecil, Mas Anies. Anda juga paham, sudahlah. Sekarang begini, intinya rakyat yang putuskan, rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak sudah Prabowo dan Gibran, nggak usah pilih kami. Dan saya tidak takut tidak punya jabatan, Mas Anies. Sori, ye,” pungkas Prabowo.

Analisis Drone Emprit

Tidak lama setelah debat berakhir, Ismail Fahmi selaku pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia memberikan analisisnya. Ia pun memakai Drone Emprit untuk menangkap berbagai percakapan terkait ketiga capres.

Menurut hasil pengamatan volume percakapan di pelantar X, Anies dianggap menguasai dengan total 48,4 ribu mentions. Sementara, Prabowo mendapatkan 40 ribu dan Ganjar Pranowo sebesar 21 ribu.

Dari total tiga capres yang saling berdebat, Anies dan Ganjar sama-sama mendapatkan sentimen positif sebesar 64 persen. Sedangkan, Prabowo hanya mendapatkan 48 persen.

Sementara itu, seperti hasil survei yang dilakukan Kompas, terdapat empat klaster dalam peta Pilpres 2024. Beberapa klaster tersebut yakni mereka yang pro Anies, pro Prabowo, pro Ganjar dan terakhir memilih netral atau tidak menentukan pilihan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] di acara debat capres yang diselenggarakan di Kantor KPU, Jakarta, Anies sempat mencecar Prabowo. Pada Selasa (11/12) malam itu, Anies menanyakan bagaimana perasaan Prabowo ketika mendengar bahwa […]