Anak Muda Gak Tahu, Konsep Perubahan Apa yang Sebenarnya Dibawa Anies Baswedan

by | Apr 28, 2023

Anies Baswedan | Pemilu | Pemilu 2024 | Pilpres 2024 | Politik
Anak Muda Gak Tahu, Konsep Perubahan Apa yang Sebenarnya Dibawa Anies Baswedan

FOMOMEDIA – Anies Baswedan dan partai pendukungnya dengan lantang membawa narasi perubahan. Akan tetapi, makna dan konsep perubahan tersebut belum jelas hingga sekarang.

Genderang pemilihan presiden 2024 mulai ditabuh sejak Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan pada awal Oktober 2022. Riuh diskursus politik mengenai mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu pun terus bergulir di media massa dan media sosial.

Salah satu sebab musabab keriuhan itu muncul adalah karena tagline yang dilekatkan pada Anies Baswedan oleh Nasdem dan partai pendukung lainnya. Yakni “calon presiden perubahan”.

Untuk memperkuat branding tersebut, Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat pun bersatu dengan nama yang senada, yakni Koalisi Perubahan. Di media sosial, media massa, diskusi publik, dan lainnya, perwakilan-perwakilan partai pendukung Anies selalu meneriakkan jargon yang sama: “perubahan!”.

Akan tetapi, sampai saat ini, makna dari kata perubahan tersebut sebenarnya belum pernah dipaparkan secara rinci oleh para partai pendukung, terlebih oleh sang capres, Anies Baswedan.

Banyak pihak yang sebenarnya sudah mengkritik dan mempertanyakan, perubahan apa yang sebenarnya dibawa oleh Anies Baswedan dan partai koalisinya?

Momentum Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem (Sumber: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

Salah satunya Zulfan Lindan, mantan politisi Nasdem yang akhirnya keluar karena sempat menyebut Anies Baswedan sebagai antitesis dari Joko Widodo. Katanya, “Kalau kita lihat problem Koalisi Perubahan, saya enggak setuju pakai istilah ‘perubahan’. Apa yang diubah? Enggak ada yang diubah, kok, berubah-ubah. Jadi, ‘koalisi yang berubah-ubah.”

PKS sendiri, sebagai salah satu partai di koalisi perubahan, menegaskan bahwa Anies bukanlah antitesis dari Jokowi. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyatakan, Anies Baswedan bukan antitesis Jokowi, melainkan capres yang membawa angin perubahan. Meski begitu, makna angin perubahan tersebut sebenarnya juga sama samarnya dengan istilah calon presiden perubahan itu sendiri.

Pada salah satu podcast di kanal Akbar Faizal Uncensored, Zulfan Lindan dengan lugas mengatakan bahwa yang membuat Anies dan koalisi perubahan belum berani untuk membawa isu-isu perubahan adalah karena status partai Nasdem yang hingga saat ini masih di dalam koalisi pemerintahan Jokowi.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, yang menyatakan bahwa posisi dari sebelah kaki partai Nasdem yang masih di dalam koalisi pemerintah membuatnya kesulitan mengibarkan isu-isu perubahan.

Dengan kondisi saat ini, bahwa Anies Baswedan baru bisa melempar jargon soal perubahan tanpa konsep yang jelas, apakah hal itu bisa berterima di kalangan anak muda yang cenderung logis dan kritis?

FomoMedia mencoba mendalami hal tersebut ke beberapa anak muda dari kalangan gen z dan milenial untuk mengetahui pandangan mereka.

Azizah (19) yang termasuk dalam generasi z mengatakan bahwa ia baru mengetahui bahwa Anies Baswedan adalah seorang capres saat beritanya viral di media sosial. Mahasiswi Universitas Gunadarma itu mengakui bahwa ia tak terlalu mengikuti isu politik yang beredar.

Saat ditanya mengenai koalisi dan isu perubahan yang dibawa oleh Anies, ia mengaku tak paham sama sekali mengenai hal itu. “Gak pernah denger soal itu, sih,” ucapnya.

Kami coba berbincang dengan perwakilan generasi z yang usianya lebih tua dari pada Azizah. Ridho (25) yang saat ini bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta Selatan.

Berbeda dari Azizah, Ridho tampaknya lebih mengikuti isu politik yang berkembang. Ia tahu bahwa Anies diusung oleh tiga partai yang bernama Koalisi Perubahan. Namun, saat ditanya lebih detail mengenai konsep perubahan tersebut, ia terlihat kesulitan menjawab dan sambil menerka-nerka.

“Gak tau detail, sih, soalnya dari Anies juga gak pernah bahas secara jelas,” katanya.

Sedangkan dari generasi milenial, kami coba bertanya pada YG (32) yang merupakan seorang jurnalis di Jakarta. Menurutnya, istilah perubahan yang diusung oleh Anies Baswedan muncul karena pertarungannya melawan Ahok di Pilgub Jakarta 2017 yang dianggap sebagai ‘geng Jokowi’.

“Saat sebagian masyarakat sudah mulai jengah dengan rezim Jokowi dan janji-janji kampanye yang dinilai tidak ditepati, di situ Anies dianggap sebagai antitesis dari pemerintahan saat ini oleh masyarakat yang ingin perubahan,” paparnya.

Akan tetapi, katanya, hingga saat ini ide dan konsep perubahan tersebut masih belum jelas. Bahkan, belum jelas juga kubu masyarakat mana yang sebenarnya akan dirangkul oleh Anies Baswedan. Hal itu menurut YG menjadi penyebab Anies mulai ditinggalkan oleh pendukung-pendukungnya yang telah ada sejak dulu.

“Bagi saya Anies belum bisa menjadi sosok pembaharu, karena belum pernah membahas isu substansial. Paling nanti tunggu momen debat capres,” pungkasnya.

Baca juga: Anak Muda Bisa “Sandera” Kandidat Politik dengan Isu Perubahan Iklim

Visi jangan cuma sekadar jargon

Sebenarnya, apa pun visi yang akan dibawa oleh calon presiden 2024 nantinya, tentu akan mengarah kepada kebaikan bagi rakyat Indonesia. Akan tetapi, visi harusnya menjadi suatu acuan bagi masyarakat untuk menilai seberapa layak calon pemimpin tersebut untuk dipilih pada perhelatan pesta demokrasi tahun depan.

Jika visi belum bisa dipaparkan menjadi sesuatu yang konkret, tentu hal tersebut hanya menjadi sebuah jargon tanpa makna dan minim substansi. Hal tersebut juga berdampak pada penilaian masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang saat ini kian melek informasi dan semakin logis.

Jika benar Anies Baswedan adalah pemimpin perubahan, maka, kami dari generasi muda berharap perubahan tersebut ke arah yang lebih baik, dan tentunya dengan konsep yang jelas. Bukan hanya jargon belaka.

Penulis: Irwan

Editor: Yoga

Visual: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Ganjar Pranowo diusung oleh PDI-Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kemudian, Anies Baswedan diusung oleh NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (Koalisi […]