Amerika Memveto Permintaan Palestina untuk Jadi Anggota PBB

by | Apr 19, 2024

Amerika Serikat | Internasional | Palestina | PBB
amerika veto palestina tidak jadi anggota pbb

FOMOMEDIAPalestina masih belum bisa diterima sebagai anggota penuh PBB. AS menjadi dalang utama penolakan itu.

Amerika Serikat (AS) lagi-lagi melakukan tindakan veto terhadap Palestina. Dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Kamis (18/4/2024) kemarin, Negeri Paman Sam menghalangi pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB.

Dari 15 orang yang memiliki hak suara di Dewan Keamanan, sebanyak 12 memilih mendukung Palestina mendapat pengakuan. Namun, AS menantang dukungan itu dan menjadi negara satu-satunya yang tidak mendukung resolusi PBB. Sedangkan, Inggris dan Swiss memilih abstain.

Dalam laporan The Guardian, para pejabat AS berharap Washington bisa menghindari penggunaan hak vetonya jika negara-negara lain keberatan dengan rancangan resolusi. Namun, negara itu justru menjadi satu-satunya yang melakukan veto.

Parahnya, sebelum pemungutan suara, para diplomat mengatakan AS berusaha meyakinkan satu atau dua anggota dewan lainnya untuk abstain. Dengan memengaruhi itu, Washington ingin supaya tidak terisolasi sendirian dari komunitas internasional.

Adanya veto dari AS telah membuat pemungutan suara di PBB tidak bisa mendukung sepenuhnya. Langkah Palestina untuk bergabung menjadi anggota PBB masih terkendala.

Veto yang dilakukan oleh AS bukan tanpa sebab. Washington menganggap bahwa keberadaan negara Palestina merupakan hasil perundingan mengenai seluruh aspek penyelesaian perdamaian Timur Tengah.

“Amerika Serikat terus mendukung solusi dua negara [Palestina dan Israel]. Pemungutan suara ini tidak mencerminkan penolakan terhadap negara Palestina, tetapi merupakan pengakuan bahwa hal tersebut hanya akan terjadi melalui perundingan langsung antar pihak,” kata wakil duta besar AS untuk PBB, Robert Wood, dikutip dari The Guardian.

BACA JUGA:

AS Mendapat Kecaman

Otoritas Palestina pun mengecam keras tindakan AS. Langkah veto tersebut dinilai semakin menjerumuskan Timur Tengah ke dalam jurang lebih dalam.

Kecaman lainnya juga datang dari Kementerian Luar Negeri Mesir. Mereka menyesalkan Dewan Keamanan PBB masih belum bisa menerima keanggotaan penuh dari Palestina.

Sementara itu, saat ini posisi Palestina di PBB sendiri hanya berstatus sebagai pengamat nonanggota. Status tersebut diberikan oleh Majelis Umum PBB pada 2012 silam. Untuk menjadi anggota penuh, maka Palestina membutuhkan hak suara yang harus disetujui oleh Dewan Keamanan dan dua pertiga dari Majelis Umum.

“Eskalasi yang terjadi baru-baru ini menjadikan dukungan terhadap upaya itikad baik untuk mencapai perdamaian abadi antara Israel dan Palestina yang sepenuhnya independen, layak, dan berdaulat menjadi semakin penting,” kata António Guterres, sekretaris jenderal PBB.

“Kegagalan mencapai kemajuan menuju solusi dua negara hanya akan meningkatkan ketidakstabilan dan risiko bagi ratusan juta orang di kawasan ini, yang akan terus hidup di bawah ancaman kekerasan,” lanjutnya.

Di sisi lain, langkah veto yang dilakukan oleh AS justru disambut baik oleh Israel. Menteri Luar Negeri Israel memuji AS dan menganggap bahwa negara yang dipimpin Mahmoud Abbas itu sebagai “sarang teroris” tidak akan mendapat jatah.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Norwegia, dan Irlandia secara resmi telah mengakui negara Palestina. Pengakuan tersebut diumumkan pada Selasa (21/5/2024) kemarin. Hal ini semakin menunjukkan bahwa […]

[…] Norwegia, dan Irlandia secara resmi telah mengakui negara Palestina. Pengakuan tersebut diumumkan pada Selasa (21/5/2024) kemarin. Hal ini semakin menunjukkan bahwa […]

[…] pesan singkat WhatsApp diduga digunakan untuk menargetkan warga Palestina melalui sebuah sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Israel bernama Lavender. […]