AI Mengancam Industri Film Bollywood

by | Dec 23, 2023

Bollywood | Film | India | Internasional | Kecerdasan Buatan

FOMOMEDIASetelah sempat mengguncang industri Hollywood, kali ini AI datang ke Bollywood. Akankah film India siap menghadapi keberadaan AI?

Keberadaan kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) sempat menjadi momok menakutkan di industri film Hollywood. Gara-gara masalah penggunaan AI itu membuat para serikat aktor dan penulis melakukan mogok kerja selama berbulan-bulan.

Di Amerika Serikat, industri perfilman memang menjadi salah satu pasar yang disasar AI. Namun, dikarenakan menjadi potensi ancaman para aktor, AI pun dituntut untuk dibatasi.

Langkah mitigasi yang dilakukan di Negeri Paman Sam memang lebih dahulu. Hal itu berbeda dengan industri film yang ada di India, Bollywood.

Perdebatan mengenai bahaya laten dan ancaman AI kali ini merembet ke Bollywood. Apalagi, di industri film India diketahui mempekerjakan puluhan ribu  orang.

Menurut laporan Deloitte tahun 2019, seperti dinukil dari BBC, India memiliki industri film terbesar di dunia dalam hal film yang diproduksi setiap tahunnya. Di negara ini bahkan telah mempekerjakan setidaknya lebih dari 850 ribu orang. 

Perdebatan yang terjadi di industri film India terpecah jadi dua golongan. Pertama, mereka para aktor dan pekerja film lainnya yang menyatakan bahwa AI justru dijadikan sebagai alat pembantu pembuatan film. Sementara, kubu kedua menganggap bahwa AI menjadi ancaman tersendiri yang perlu ditanggapi secara serius.

Baca juga:

Ancaman Sudah Mulai Terasa

Beberapa pihak telah menyadari ancaman AI itu benar-benar nyata. Salah satunya adalah melalui berbagai video deepfake yang membanjiri internet India.

Berbagai bintang papan atas India seperti Rashmika Mandanna dan Alia Bhatt tak lepas menjadi target pengembangan AI. Dua aktor tersebut muncul dalam sebuah video yang diproduksi AI tanpa adanya tanggung jawab secara etika dan ekonomi.

“Belum ada pembicaraan terstruktur seputar penggunaan AI di India,” kata Siddharth Roy Kapur, mantan presiden Producers Guild of India, dikutip dari BBC.

“Kondisi kita saat ini dengan AI akan sangat berbeda dengan kondisi kita tiga hingga enam bulan dari sekarang,” lanjutnya.

AI Untuk Mengembangkan Ide

Selain dari kubu kontra, orang-orang yang pro terhadap penggunaan AI justru menggambarkan alat itu membantu untuk mengembangkan ide. Meski peralatan AI masih jauh dari titik, setidaknya untuk pengembangan ide bisa dilakukan melalui teknologi ini.

Salah satu studio yang memakai teknologi AI saat ini yakni Red Chillies Entertainment. Studio yang didirikan oleh superstar Bollywood Shah Rukh Khan hampir dua dekade lalu itu telah mempraktikkan penggunaan AI.

Yadav dan Hingorani, dua pegawai di Red Chillies, mengaku bahwa penggunaan AI memang sangat membantu dalam mengembangkan ide. Namun, di sisi lain mereka juga merasa bahwa produksi AI masih belum bisa menandingi resolusi 4K pada film.

Sementara itu, terkait manfaat AI, beberapa ahli di India berpendapat bahwa teknologi itu bisa membantu pembuatan film menjadi lebih sederhana dan cepat. Shilpa Hingorani, pekerja di Red Chillies juga mengamini hal itu. Penggunaan AI pun bisa membuat pihak studio semakin diuntungkan.

Akan tetapi, di sisi lain, kekhawatiran penggunaan AI ini justru hadir dari pihak aktor. Para aktor seperti di Hollywood, mereka akan menjadi salah satu yang terdampak.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments