KTT Intelijen: Teroris Bisa Pakai AI untuk Bikin Bom

by | Oct 21, 2023

AI | Internasional | Kecerdasan Buatan | Teknologi | Teroris | Terorisme
AI untuk bikin bom

FOMOMEDIA – Intelijen AS dan Inggris peringatkan ancaman penggunaan AI untuk bikin bom. Kini, mereka sedang melakukan investigasi kolaboratif.

Kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) dewasa ini semakin tak terbendung. Banyak perusahaan yang negara-negara maju semakin berlomba menciptakan teknologi kiwari itu. Kini, bahkan penggunaan AI dianggap bisa dimanfaatkan teroris untuk bikin bom.

Anggapan tersebut disampaikan oleh kepala MI5 (Badan Intelijen Inggris) dan Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau of Investigation). Menurut Ken McCallum, direktur jenderal MI5 dan Christopher Wray, direktur FBI, sebagaimana dikutip dari The Guardian, dua lembaga itu sedang memantau perkembangan AI.

Saati ini MI5 dan FBI sedang bekerja sama melakukan investigasi mengenai ancaman AI. Kedua lembaga tersebut pun memperingatkan bahwa ancaman itu akan tetap ada. 

Bahkan, kata McCallum, AI saat ini bahkan dianggap mampu disuruh untuk membuat bom. Ia pun mendesak supaya para pengembang AI tidak menerapkan kata kunci tersebut kepada kecerdasan buatan yang akan dibuat.

Sebuah video yang dibuat oleh AI.

“Jika Anda berpengalaman dalam bidang keamanan, tidak bijaksana jika Anda mengandalkan kontrol yang tidak dapat ditembus ini. Jadi jelas ada risiko bahwa beberapa dari sistem ini dapat digunakan, yang tidak dimaksudkan oleh pembuatnya,” kata McCallum, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, senada dengan McCallum, Wray menganggap bahwa AI saat ini telah digunakan untuk mendistribusikan materi propaganda para teroris. Diksi teroris yang disampaikan oleh  McCallum dan Wray tersebut juga merujuk pada siapa saja yang dianggap musuh.

“Kami telah melihat AI digunakan untuk memperkuat distribusi atau penyebaran propaganda teroris,” ujar Wray.

Baca juga:

Waspada Penggunaan AI Jelang Pemilu

Kekhawatiran McCallum dan Wray disampaikan kepada publik bahwa saat ini mereka sedang melakukan investigasi. Kedua lembaga tersebut bekerja sama untuk menangkal penggunaan AI supaya tidak mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Apalagi, pada 2024 mendatang, Amerika Serikat (AS) merayakan pesta demokrasi. Baik MI5 dan FBI tidak ingin ada pihak lain, seperti Rusia, terlibat dalam penggunaan nakal AI.

Penggunaan AI sangat berbahaya jika disalahgunakan. Selain dianggap rawan membuat bom, kecerdasan buatan itu juga bisa mampu ikut campur tangan politik.

“Penggunaan AI dengan cara yang cukup canggih untuk menciptakan potensi pemalsuan yang mendalam adalah sesuatu yang menambah tingkat ancaman yang belum pernah kita temui sebelumnya,” ujar Wray.

Dalam hal propaganda, AI sudah memiliki kualitas mumpuni. Sebuah gambar palsu tentang penangkapan Donald Trump yang dibuat tahun ini oleh Eliot Higgins mampu menyita perhatian publik.

Padahal, gambar Trump tersebut hanya dibuat melalui perangkat AI. Namun, gambar yang dihasilkan terlihat begitu alami.

Kini, selain bentuk propaganda, AS dan Britania Raya sedang menangkal terjadinya serangan AI. Termasuk dalam pembuatan bom.

Penulis: Sunardi

Editor: Elin

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments