AHY: Pengkritik Pemerintah Bukan Musuh Negara

by | May 31, 2023

Agus Harimurti Yudhoyono | Partai Demokrat | Politik

FOMOMEDIA – Menganggap lawan politik sebagai musuh negara adalah hal yang keliru. Pemerintah tidak sama dengan negara.

Sebuah pernyataan menggemparkan baru saja dikatakan oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978, tersebut mengatakan bahwa para pihak yang berbeda sikap dan berani mengkritik pemerintah justru dicap sebagai musuh negara.

Perkataan AHY tersebut dilontarkan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sekarang. Menurutnya, jika pihak yang seirama dengan pemerintah, maka akan mendapatkan perlakuan khusus.

“Lawan-lawan politik atau siapa pun yang berbeda sikap atau yang berani mengkritik pemerintah atau pemimpin dianggap sebagai musuh, dianggap sebagai musuh negara. Sebaliknya, yang dianggap sebagai kawan atau sama cara berpikir dan bersikap akan diperlakukan secara spesial, ini tidak adil,” kata AHY dalam Twitter Spaces yang digelar @demokrat_jakpus, Rabu (24/5/2023), dikutip dari kajianberita.com.

“Jangan sampai ada perilaku yang eksesif, di mana mereka yang berkuasa menggunakan kekuasaannya untuk menghantam lawan-lawan politik atau siapa pun yang dianggap tidak seirama dengan kekuasaan. Iini namanya abuse of power, tidak boleh ada abuse of power di negeri kita, apalagi di tingkat tertinggi,” kata AHY.

Selain itu, AHY dalam forum tersebut juga mengingatkan supaya kekuasaan tidak menghambat setiap proses hukum. AHY mendesak pemerintah dapat berlaku adil dan tidak membeda-bedakan siapa pun.

Isu Penjegalan Demokrat

Tidak lama dari pernyataan AHY tersebut, masyarakat Indonesia digegerkan oleh cuitan Denny Indrayana. Pakar hukum tata negara tersebut memberikan siaran pers terkait Putusan MK dan sistem Pemilu Legislatif.

Melalui siaran pers yang diunggah di akun Twitter-nya pada Selasa (30/5/2023), Denny menyebut ada kekhawatiran mengenai hukum yang bisa dijadikan alat pemenangan dalam Pemilu 2024. Salah satu yang disorot oleh Denny adalah isu penjegalan Partai Demokrat.

Sosok yang pernah menjadi Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu meminta masyarakat untuk mengawal proses Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Kepala Staf Presiden Moeldoko atas Partai Demokrat.

“Proses PK tersebut lebih tertutup dan tidak ada persidangan terbuka untuk umum, maka lebih rentan diselewengkan. Jangan sampai kedaulatan partai dirusak oleh tangan-tangan kekuasaan, bagian dari istana Presiden Jokowi, lagi-lagi karena kepentingan cawe-cawe dalam kontestasi Pilpres 2024,” tulis Denny.

Dalam pers rilis itu ia juga menambahkan, jika PK yang diajukan Moeldoko sampai dikabulkan MA, Partai Demokrat bisa dibajak. Dampaknya, selain Demokrat dijegal, Anies Baswedan terancam batal dicalonkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Pemerintah Bukan Negara

Sementara itu, terkait pernyataan AHY bahwa pemerintah menempatkan lawan politiknya sebagai musuh negara memang menarik. AHY mencoba memberikan pemahaman ke khalayak, bahwa pemerintah bukanlah negara.

Ariel Heryanto dalam Negara Bukan Pemerintah yang pernah dimuat Kompas, 1 Februari 1996, memberikan garis perbedaan jelas. Pemahaman pemerintah dan negara adalah dua hal yang berbeda.

“Pemerintah tidak sama dengan negara, dan tidak mewakili kepentingan negara dalam segala bidang. Biasanya suatu pemerintah mendapatkan kedudukan yang istimewa dalam negara melewati proses pemilihan umum. Dalam negara yang kuat pemerintah bisa berubah-ubah tanpa mengancam lembaga negara dan kehidupan bernegara,” tulis Ariel.

Pria yang tercatat pernah menjadi guru besar di The Australian National University, Australia, itu menjelaskan bahwa istilah “pemerintah” selama ini memang lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari di Indonesia. Menurutnya, pemerintah hanyalah apparatus atau alat-alat dari negara.

“Pemerintah adalah satu atau beberapa kelompok sosial yang pada suatu periode terbatas diberi kesempatan memegang pucuk pimpinan eksekutif/penyelenggaraan kehidupan bangsa-negara,” lanjut Ariel.

Maka, kembali ke pernyataan AHY memang tidak salah. Ia menempatkan bahwa lawan pemerintah bukanlah lawan negara.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments