Agresi Israel Telah Tewaskan 15 Ribu Warga Palestina, Mayoritas Perempuan dan Anak-anak

by | Dec 4, 2023

Gaza | Internasional | Israel | Politik

FOMOMEDIA – Israel kembali membombardir Gaza. Dengan jumlah korban tewas yang telah lebih dari 15 ribu jiwa, kini rumah sakit lagi-lagi jadi sasaran.

Pertempuran Israel dan Hamas masih terus berlanjut. Setelah gencatan senjata selama beberapa hari, kini perang telah menewaskan setidaknya lebih dari 15 ribu warga Palestina.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, belasan ribu warga Palestina tersebut terbunuh oleh serangan Israel dalam dua bulan terakhir. Dari total tersebut, 70 persen para korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Selain korban meninggal, ada pula masyarakat sipil Palestina yang mengalami luka-luka. Per Senin (4/12/2023) hari ini, setidaknya lebih dari 41 ribu warga yang mengalami luka akibat serangan Israel.

“Selama beberapa jam terakhir, hanya 316 orang tewas dan 664 orang terluka yang berhasil diangkat dari reruntuhan dan dibawa ke rumah sakit, namun banyak lainnya yang masih berada di bawah reruntuhan,” kata Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip dari The Guardian.

Israel Langsung Serang

Sejak gencatan senjata berakhir pada Kamis (31/11/2023) lalu, Israel kembali melakukan serangan. Salah satu yang menjadi target serangan yakni pengeboman di Gaza utara dan selatan.

Meski sudah diperingatkan untuk tidak menyerang Gaza selatan, tampaknya Israel tidak peduli. Kampanye penyerangan yang intensif justru semakin dilakukan oleh Israel.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus memperluas operasi daratnya terhadap pusat-pusat Hamas di seluruh Jalur Gaza,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari, dikutip dari The Guardian.

Menurut laporan BBC, kendaraan tempur Israel seperti tank-tank telah bergerak menuju Khan Younis, wilayah Gaza selatan. Kepala IDF mengatakan bahwa pasukannya bertempur secara menyeluruh di kota itu.

Di tengah-tengah serangkaian bom yang diluncurkan ke kota itu, militer Israel meminta penduduk sipil untuk mengungsi menuju ke selatan ke Rafah atau ke barat. Pihak berwenang Israel menyebut bahwa di Khan Younis menjadi tempat persembunyian Hamas.

Akibat serangan setelah gencatan, dalam beberapa jam terakhir saja, setidaknya ada 700 warga Palestina yang tewas. Jumlah tersebut bisa bertambah mengingat serangan yang terus dilakukan.

Sementara, per hari ini, diperkirakan terdapat 1,8 juta warga Palestina telah mengungsi. Sebagian besar warga tersebut berasal dari wilayah Khan Younis yang dipaksa untuk pindah.

Rumah Sakit Jadi Sasaran Lagi

Dalam serangan yang dilakukan di Khan Younis, lagi-lagi Israel menargetkan rumah sakit yang dianggap sebagai tempat persembunyian Hamas.

James Elder, perwakilan Unicef, menyebut bahwa Rumah Sakit Medis Nasser di Khan Younis sebagai “zona perang”. Ledakan di sekitar rumah sakit terus terjadi yang mengakibatkan banyak korban.

“Ini adalah rumah sakit yang sering saya kunjungi dan anak-anak mengenal saya sekarang, keluarga-keluarga mengenal saya sekarang. Orang-orang yang sama itu memegang tangan saya, atau memegang baju saya dan berkata ‘tolong bawa kami ke tempat yang aman. Di mana yang aman?'” kata Elder, dikutip dari BBC.

“Sayang sekali mereka mengajukan pertanyaan yang satu-satunya jawabannya adalah tidak ada tempat yang aman. Dan itu termasuk, seperti yang mereka tahu, rumah sakit itu,” lanjutnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments