78 Tahun Bom Hiroshima: PM Jepang Kutuk Rusia

by | Aug 7, 2023

Internasional | Jepang | Perdana Menteri Jepang | Politik

FOMOMEDIA – Ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia dikecam PM Jepang dalam peringatan 78 tahun bom Hiroshima.

Momen peringatan 78 tahun jatuhnya bom atom digelar di Hiroshima, Jepang, pada Minggu (6/8/2023) kemarin. Jatuhnya bom atom pertama kali itu juga menandai kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat tersebut telah menghancurkan seluruh Kota Hiroshima. Sementara itu, terdapat korban tewas diperkirakan sekitar 140.000 orang.

Kini, hampir delapan dekade peristiwa itu berlalu, penggunaan senjata mematikan pemusnah massal masih ada. Seperti senjata nuklir yang digunakan Rusia misalnya.

Dalam acara peringatan tersebut, Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, mengecam tindakan Rusia yang sering mengancam akan menggunakan senjata nuklir dewasa ini.

“Jepang, sebagai satu-satunya negara yang menderita bom atom dalam perang, akan melanjutkan upaya menuju dunia bebas nuklir,” kata Kishida, dikutip dari The Guardian.

“Jalan menuju itu menjadi semakin sulit karena perpecahan yang semakin dalam di masyarakat internasional terkait perlucutan senjata nuklir dan ancaman nuklir Rusia,” lanjutnya.

Senada dengan Kishida, Wali Kota Hiroshima, Kazumi Matsui, dalam acara yang sama juga mengkritik penggunaan senjata nuklir. Ia pun mendesak penghapusan senjata nuklir dari muka bumi.

Apalagi tahun ini Jepang juga menjadi tuan rumah pertemuan puncak Kelompok 7 (G7) negara industri besar dunia. Pertemuan pemimpin G7 tersebut dilakukan dua bulan sebelum peringatan jatuhnya bom atom di Hiroshima.

Menurut laporan AP, para pemimpin G7 tersebut juga sempat mengunjungi taman perdamaian kota dan museum yang didedikasikan untuk mereka yang tewas dalam serangan bom atom.

“Para pemimpin di seluruh dunia harus menghadapi kenyataan bahwa ancaman nuklir yang sekarang disuarakan oleh pembuat kebijakan tertentu mengungkapkan kebodohan teori pencegahan nuklir,” kata Matsui, dikutip dari AP.

“Mereka harus segera mengambil langkah konkret untuk membawa kita dari masa kini yang berbahaya menuju dunia ideal kita,” lanjutnya.

Paradoks Kishida

Dalam momen pertemuan G7 tersebut, Fumio Kishida, yang mewakili Hiroshima di parlemen, juga berusaha untuk melakukan pelucutan senjata nuklir. Sikap Kishida mengecam terhadap penggunaan senjata tersebut tegas.

Namun, di sisi lain sikap PM Jepang itu juga dipertanyakan. Menukil laporan AP, Kishida disalahkan oleh para penyintas karena menolak menandatangani perjanjian tentang larangan senjata nuklir.

Kishida hanya berjanji untuk menjadi jembatan negara-negara yang memiliki nuklir dan non-nuklir untuk bekerja sama dalam pelucutan senjata nuklir. Namun, hal itu juga dinilai menjadi janji kosong yang ditawarkan oleh Kishida.

Desakan terhadap Kishida terus mengalir terutama dari para penyintas korban bom Hiroshima. Mereka yang telah lanjut usia tetap menyerukan akan pentingnya pelarangan senjata nuklir. 

Para penyintas juga mengajak anak muda untuk ikut dalam gerakan anti senjata genosida itu. Ini dilakukan supaya peringatan 78 tahun Hiroshima tidak jadi upacara simbolis belaka.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments