50 Tahun Lalu, DJ Kool Herc Melahirkan Hip-Hop di Jalanan Bronx

by | Aug 11, 2023

Hiburan | Hip-Hop | Musik | Rap | Sejarah

FOMOMEDIA – Hari ini hip-hop genap berusia 50 tahun. Dengan sound system milik ayahnya, DJ Kool Herc menyulap jalanan Bronx menjadi lantai dansa.

Bicara soal hip-hop, berarti bicara soal evolusi yang selalu berjalan secara konstan. Itulah mengapa, akar musik ini sebetulnya bisa dilacak sampai dekade 1950-an ketika Jon Hendricks mulai menyanyikan lagu jazz dari grup George Russell dengan gaya yang menyerupai rap modern.

Pada dekade 1960-an, lewat aksi para musisi spoken-word seperti Last Poets serta Gil Scott-Heron, bentuk modern hip-hop semakin terlihat. Mereka berdeklamasi dengan diiringi lagu-lagu yang umumnya masih kental dengan influens jazz dan soul.

Akan tetapi, baru pada 1973, tepatnya 11 Agustus 1973—persis 50 tahun lalu—hip-hop benar-benar lahir. Genre musik ini lahir dari tangan seorang DJ berdarah Jamaika bernama DJ Kool Herc. Berkat dirinyalah lahir sebuah gerakan yang popularitasnya menjangkau seluruh dunia.

Lahir di Kingston, Jamaika dengan nama Clive Campbell, DJ Kool Herc beremigrasi ke New York City ketika masih kanak-kanak. Kepindahannya ke Amerika Serikat itulah yang membuat Herc jadi terekspos dengan musik-musik yang ada di sana. Dia pun tumbuh besar dengan pengaruh soul, rock, funk, reggae, serta dancehall.

Herc masih remaja ketika dia melahirkan hip-hop modern. Di awal 1970-an, dia kerap meminjam sound system milik ayahnya untuk menggelar block party di seputaran Bronx bagian barat. Tak jarang, pesta-pesta yang digelar Herc itu berlangsung sampai pagi menjelang.

Perkusi Adalah Kunci

Dikutip dari blackpast.org, Herc sebetulnya bukan sosok penemu hip-hop. Namun, dia adalah orang yang membuatnya jadi bisa diakses oleh semua orang. Sebagai seorang DJ, dia begitu piawai membangkitkan gairah orang-orang yang datang ke pestanya. Herc menyadari bahwa para partygoers itu paling bersemangat ketika sebuah lagu memiliki part perkusi yang menonjol.

Dari sana, tak jarang Herc menggunakan dua keping piringan hitam sekaligus untuk menciptakan loop di bagian-bagian lagu dengan part perkusi ciamik. Ini membuat lantai dansa dadakan yang diciptakannya menjadi semakin menggila.

Ditambah lagi, Herc memiliki sekelompok orang yang punya tugas khusus untuk menjadi hype men alias pembangkit semangat. Orang-orang inilah yang kemudian menyampaikan syair-syair berima melalui mikrofon. Kombinasi ketukan dan syair berima itulah yang kemudian menjadi hip-hop modern.

Kehebatan aksi panggung Herc, ditambah dengan keseruan yang selalu hadir di lantai dansa pesta-pestanya, membuat nama sosok ini dikenal seantero New York City. Pada akhirnya, gaya musik yang “tidak sengaja” diciptakan Herc ini pun dikopi banyak orang. Dengan demikian, sebuah subkultur masif pun tercipta.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hip-hop adalah evolusi. Seiring tahun berganti, dekade terlewati, gaya-gaya hip-hop baru terus bermunculan. Bahkan, berbeda kota saja, gayanya sudah berbeda. Sampai akhirnya, hip-hop pun sampai ke belahan dunia lain, tak terkecuali Indonesia.

Hip-hop sendiri saat ini, bisa dibilang, merupakan genre musik paling populer di dunia. Dan popularitas ini tak bisa dipisahkan dari alasan mengapa lantai dansa Herc selalu ramai dipadati penonton. Yakni, karena kemampuan hip-hop sendiri untuk menyihir para pendengarnya, sehingga mereka tak lagi punya kontrol atas tubuh yang bergoyang mengikuti irama.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments