5 Sosok yang Bikin 2022 Begitu Berwarna

by | Dec 30, 2022

Ferdy Sambo, Iwan Bule, Mbak Rara, Vincent & Desta, Bonge & Jeje.

FOMOMEDIA5 sosok ini bikin 2022 begitu berwarna. Ada yang kontroversial, ada yang fenomenal, ada pula yang jadi buah bibir dunia internasional. Siapa saja mereka?

Tahun 2022 sudah hampir berlalu dan, kami yakin, sudah banyak kejadian yang kamu lupakan dari tahun ini. Akan tetapi, pasti ada sosok-sosok yang gak mungkin kamu lupakan gitu aja. Bisa jadi karena sepak terjang mereka emang keren banget, atau bisa jadi juga karena tingkah polah mereka bener-bener bikin orang gak habis pikir.

Dalam tulisan ini, Fomomedia menyodorkan lima nama yang sepak terjang serta tingkah polahnya, menurut kami, memberi warna begitu kuat pada tahun 2022. Semua nama yang kami masukkan dalam daftar ini adalah orang Indonesia dan urutan penyebutan nama sama sekali tidak mengandung maksud apa pun.

Siapa aja mereka? Yuk, simak di bawah ini!

Baca Juga: 5 Peristiwa yang Bikin Heboh Indonesia di Tahun 2022

Ferdy Sambo

Ferdy Sambo saat masih jadi anggota Polri. (Sumber: Foto: Viva.co.id/Istimewa)

Nama Ferdy Sambo jadi salah satu yang paling sering dicari orang Indonesia di mesin pencarian Google pada 2022. Maklum, kasus pembunuhan yang menyeret nama eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri ini memang begitu menyita perhatian publik.

Semua bermula pada 8 Juli 2022 ketika Sambo, yang saat itu berpangkat Inspektur Jenderal Polri, melaporkan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Brigadir J tewas usai “terlibat baku tembak” dengan sesama polisi, Bharada Richard Eliezer (Bharada E), di rumah dinas Sambo.

Masih menurut laporan tersebut, “baku tembak” antara Brigadir J dan Bharada E terjadi setelah Brigadir J “melakukan pelecehan” terhadap istri Sambo, Putri Chandrawati. Setelahnya, Brigadir J pun disebut “melakukan percobaan pembunuhan” terhadap Bharada E.

Mulanya, laporan Sambo itu menjadi cerita resmi Polri soal kematian Brigadir J. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, beragam kejanggalan ditemukan, salah satunya soal tidak berfungsinya kamera pengawas di kediaman Sambo. Berangkat dari sana, desakan publik untuk mengusut kematian Brigadir J pun menguat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun membentuk tim khusus yang juga melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM untuk menyelidiki kematian Brigadir J. Sambo kemudian dinonaktifkan dari kesatuan dan penyelidikan diulang dari awal lagi.

Dari penyelidikan timsus bentukan Kapolri itu, ditemukanlah fakta-fakta baru seperti intimidasi hingga penghilangan barang bukti yang dilakukan Sambo serta sejumlah anak buahnya. Semakin lama, makin tampak banyak lubang di cerita versi Sambo. Sampai akhirnya, pria kelahiran 19 Februari 1973 itu pun jadi tersangka bersama Bharada E, Putri Chandrawati, Bripka RR (Ricky Rizal, ajudan Sambo), dan Kuat Ma’ruf (sopir Sambo).

Sampai tulisan ini dibuat, sidang kasus pembunuhan Brigadir J ini masih berlangsung. Karena berlarut-larutnya proses penyelesaian kasus ini, nama Sambo pun awet jadi buah bibir masyarakat. Tak heran kalau namanya jadi salah satu yang paling dicari di Google Indonesia pada 2022.

Vincent Rompies & Deddy Mahendra Desta

Pahlawan sportainment Indonesia, Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta. (Sumber: Instagram/vindes.ig)

Ini sebenarnya kenyataan pahit yang sulit diterima, tetapi harus diakui bahwa tokoh yang paling berjasa untuk olahraga Indonesia pada 2022 bukanlah atlet, pelatih, atau pengurus federasi, melainkan dua presenter kenamaan, Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta.

Berangkat dari talkshow populernya di YouTube, Vindes (yang merupakan akronim dari nama mereka), Vincent dan Desta lantas merambah dunia olahraga. Kebetulan, walaupun bukan atlet, baik Vincent maupun Desta sama-sama penggemar olahraga. Mereka pun terhitung gape berolahraga meskipun, ya, levelnya jauh sekali di bawah para profesional.

Namun, itu bukan halangan. Dengan menggandeng selebriti-selebriti lain yang juga tangkas berolahraga, Vindes berhasil menyelenggarakan empat event sportainment (olahraga hiburan) pada 2022.

Event pertama adalah pertandingan tenis meja/ping pong antara Desta dan komedian Abdel Achrian. Dalam pertandingan berformat best of seven, Abdel yang sempat berprestasi di level junior tersebut sukses membungkam Desta dengan skor telak 4-1. Total, gelaran ini disaksikan sampai 1,3 juta orang.

Setelah itu, event olahraga Vindes, atau Vindes Sport, pun semakin populer saja. Pada gelaran kedua, di mana Vincent menghadapi komentator sepak bola Valentino Simanjuntak dalam pertandingan bulu tangkis, Vindes sukses menarik hingga 14 juta penonton!

Animo publik pun masih begitu tinggi manakala Vindes menggelar event tenis bertajuk “Tiba-tiba Tenis” pada pertengahan November 2022. Dalam acara yang turut dihadiri legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki tersebut, Desta lagi-lagi mengalami kekalahan. Kali ini, sosok yang sukses menundukkan Desta adalah Raffi Ahmad. Acara itu sendiri disaksikan sekitar 10 juta orang.

Adapun, acara terakhir yang digelar Vindes pada 2022 adalah pertandingan sepak bola mini. Event ini sendiri tidaklah seheboh sebelumnya karena nama-nama yang terlibat memang tidak sepopuler di event lainnya. Akan tetapi, masih ada sekitar 1 juta orang yang menyaksikan laga antara tim Vincent dan tim Desta.

Apa yang dilakukan Vincent dan Desta ini menjadi angin segar tersendiri. Di tengah mandeknya prestasi banyak cabang olahraga, buruknya kepengurusan federasi, sampai Tragedi Kanjuruhan, Vincent dan Desta mengingatkan kita bahwa olahraga bisa tetap menjadi sarana eskapisme terbaik dan termudah.

Mochamad Iriawan (Iwan Bule)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. (Sumber: Goal.com)

Masih bersinggungan dengan olahraga, ada Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, sebagai salah satu sosok paling mencuri perhatian di 2022. Sayangnya, kita tidak akan berbicara yang baik-baik soal Iwan Bule.

Tragedi Kanjuruhan adalah “dosa besar”yang dianggap menjadi tanggung jawab Iwan Bule. Kelalaian PSSI berkomunikasi dengan kepolisian ihwal prosedur pengendalian massa menjadi musabab di balik meninggalnya 135 suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang. Setelah tragedi terjadi pun Iwan Bule (beserta para petinggi PSSI) masih menolak mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Tragedi Kanjuruhan sendiri bukan satu-satunya cela Iwan Bule. Mantan petinggi Polri ini dikenal publik sebagai sosok yang terlalu sering nampang dengan mendompleng perjuangan serta prestasi para penggawa Tim Nasional Indonesia, entah di level junior maupun senior. Akibatnya, berulang kali sosok kelahiran Jakarta itu jadi bahan rujakan netizen.

Teranyar, obsesi Iwan Bule untuk selalu nampang ini tercermin dari aksinya mengangkat replika trofi Piala Dunia usai kemenangan Argentina. Melihat ini, netizen pun melontarkan beragam sindiran kepadanya. Bahkan, ada yang sengaja mengedit foto perayaan juara dunia Timnas Argentina dengan menambahkan sosok Iwan Bule di sana.

Not a good look, Pak Iwan. Not a good look.

Mbak Rara

Mbak Rara, “cloud engineer” Mandalika. (Sumber: MotoGP)

Jika ada satu hal yang “Indonesia banget” dan berhasil jadi bahan pembicaraan dunia internasional pada 2022, itu adalah pawang hujan.

Selama ini, penggunaan pawang hujan, terutama dalam event-event akbar, hanya menjadi rahasia umum. Ada, sih, sejumlah media yang sudah pernah membuat liputan khusus pawang hujan. Akan tetapi, pemberitaan mengenai profesi ini belum pernah semasif ketika Rara Istiati Wulandari atau Mbak Rara menunjukkan kebolehannya di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

Pada 2022, gelaran MotoGP resmi kembali ke Indonesia setelah 25 tahun. Bedanya, jika dulu balap MotoGP dilangsungkan di Sirkuit Sentul, kali ini trek balapan berlokasi di Mandalika, di atas sirkuit baru yang secara khusus dikonstruksi untuk menjadi tuan rumah pergelaran akbar ini.

Mengingat pentingnya GP Mandalika bagi reputasi Indonesia, segala upaya pun dikerahkan untuk memastikan acara berjalan lancar. Salah satunya, ya, dengan menggunakan jasa pawang hujan. Mbak Rara, sebagai pawang hujan langganan para petinggi negeri, pun ditahbiskan jadi “cloud engineer” untuk memanipulasi awan di atas Pulau Lombok.

Sebelum balapan, Mbak Rara beraksi. Dengan bertelanjang kaki, dia berjalan menyusuri area paddock. Tangan kirinya menggenggam mangkok berwarna keemasan, tangan kanannya teracung ke angkasa, mulutnya berkomat-kamit membaca rapal untuk menyetop hujan yang ketika itu sudah turun deras.

Entah kebetulan atau tidak, yang jelas, setelah Mbak Rara selesai menjalankan ritualnya, hujan di Mandalika perlahan berhenti. Balapan pun digelar tanpa halangan berarti di mana pebalap Portugal, Miguel Oliveira, keluar sebagai kampiun. Meski begitu, bukan Oliveira yang menjadi pusat perhatian, melainkan si pawang hujan, Mbak Rara.

Bonge & Jeje

Jeje dan Bonge, bintang Citayam Fashion Week. (Sumber: Media Indonesia)

Pada pertengahan 2022, tepatnya di bulan Juli, Indonesia dihebohkan dengan fenomena fashion show jalanan yang “digelar” di dekat Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Tak seperti fashion show biasa yang menampilkan model-model top sebagai atraksi utama, fashion show jalanan di Dukuh Atas ini menampilkan remaja-remaja berpenampilan nyentrik yang kebanyakan berasal dari Citayam, Bogor.

Alhasil, fenomena ini pun diberi nama Citayam Fashion Week, meminjam istilah pekan mode di kota-kota macam Milano, Paris, atau New York City. Di Citayam Fashion Week sendiri tidak ada tema khusus. Para “model” bebas mengenakan pakaian apa pun yang mereka rasa keren. Di jantung Ibu Kota, anak-anak muda dari kawasan satelit itu bebas mengekspresikan diri melalui fashion show.

Dari Citayam Fashion Week itu lantas muncullah dua nama yang paling menyita banyak perhatian. Mereka adalah Bonge dan Jeje. Bonge sendiri awalnya dikenal luas publik karena ucapannya yang ceplas-ceplos, terutama saat ditanyai soal hubungan dengan gadis yang senantiasa berada di sampingnya, Kurma. Jeje, sementara itu, dikenal luas karena catchphrase “slebew”-nya.

Umur hype Citayam Fashion Week sendiri sebetulnya tidak panjang. Akan tetapi, di puncak ketenarannya, fenomena ini sempat mendapat perhatian luar biasa besar. Bahkan, ada artis terkenal bernama Baim Wong yang sampai mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Meski begitu, upaya Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, itu pupus karena hujatan warganet yang gerah dengan kebiasaan mereka “mengontenkan” orang dari kalangan menengah ke bawah.

Citayam Fashion Week saat ini sudah tidak ada lagi. Akan tetapi, berita-berita, terutama yang menyangkut Bonge dan Jeje, masih jamak ditemukan di pelbagai kanal media. Menurut berita-berita tersebut, nasib Jeje kini lebih baik ketimbang Bonge. Jika Jeje mulai kerap mendapat gig modelling, Bonge justru mengaku ditinggalkan banyak orang yang mengaku teman. Sedih. 🙁

Penulis: Yoga

Editor: Irwan

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] ini kedapatan menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan yang dipertontonkan kepada khalayak,” kata Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI […]